AgusNaim Belajar Membuat Blog

Belajar yang Bisa Dipelajari, Berbagi yang Bisa Dibagi

Browsing This

Best Interviewer

Posted in January 18th, 2008
Published in Blogging

Jum’at tanggal 18 Januari 2008, tepat pukul 18:30 WIb aku bisa naruh pantat penat ini di kasur kamar kost yang lumayan nyaman. Pagi tadi, aku bangun jam 4, mandi trus subuhan trus berangkat jam 5:30 ke Mojokerto untuk interview di sebuah perusahaan tissue disana. Capek? sudah pasti nggaya tapi, meskipun nanti aku belum bisa diterima kerjo disono, paling tidak, banyak sekali manfaat yang aku dapet. Bener-bener interview yang tidak bisa terlupakan.

Terutama Interviewer-nya. Top abis toss

Mengapa aku bisa berpendapat begitu? makanya tak bela-belain ke warnet meski ujan, mumpung masih anget ide yang ada, daripada ditahan sampe besok malah jadi kembung, kan repot senam Nah, bagi kawan-kawan yang berpengalaman mencari kerja (bukan berpengalaman kerja lho sinchan ) pasti sering mengalami proses interview dan ketemu dengan beberapa interviewer. Tapi bagiku, pengalaman sampeyan bakal kurang lengkap kalo belum ketemu sama Beliau (mungkin nanti aku sebutin namanya kalo dapat ijin dari Beliau).

Pertama. Saat aku menjalani interview di tempat-tempat sebelumnya (sudah terlalu banyak untuk diinget ato disebutin), biasanya jawaban yang kita berikan tidak akan dikoreksi, kecuali jawabanku yang ngaco dan memberi peluang untuk dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan males tentunya. Jdi, benar atau tidak-nya jawabanku, aku tidak tahu. Tapi ketika bertemu Beliau, semuanya terasa berbeda, karena Beliau selalu memberikan koreksi misalnya “Ketika kamu sedang di interview, Jangan sekali-kali kamu memberikan jawaban seperti itu!”. Nah, tau kan maksudku? dengan peringatan Beliau seperti itu, maka aku gak akan jawab hal yang sama ketika aku interview di tempat lain. Karena, sangat mungkin jawaban yang aku berikan itulah penyebab gagalnya aku diterima di sebuah tempat.

Kedua. Aku harus bener-bener menyimak pertanyaan Interviewer. Pemicunya adalah pertanyaan Beliau tentang
“Menurut keyakinan kamu, Inul itu harus dilestarikan atau dihilangkan?”
Pertama yang terlintas dipikiranku adalah “Yo di lestarikan pak, lha itu kreativitas unik manusia kok. Seperti kata GusDur, bahwa goyangan Inul juga didukung konstitusi“. Tapi aku cuma menjawab “dilestarikan”, karena bagiku, Goyangan Inul ga ada pengaruhnya, tetep aja aku jadi bloger meski Inul goyang ato tidak, aku tetep nganggur. Yang ngeliat Inul dengan birahi semangat 45-lah yang harus dihilangkan.
Nah, Beliau mempertegas kembali pertanyaan tadi “Yang saya tanya, menurut keyakinan Anda! Adakah ajaran dalam keyakinan Anda yang menganjurkan seperti Inul?”. Dan, wal-hasil, seperti diduga, semua peserta interview (karena interview dilaksanakan mirip forum diskusi) menjawab bahwa “goyangan Inul pantas dihilangkan”. Maka dengan tersenyum, beliau-pun bertanya kembali “TUHAN berfirman, PATUHILAH PERINTAH-KU, DAN JAUHILAH LARANGAN-KU, dan saya bertanya pada Anda semua, Apakah Tuhan memerintahkan menghilangkan larangan-Nya?”
Bengong? Pasti! Tapi millions percent aku setuju, kalo emang Tuhan hanya memerintahkan untuk menjauhi, bukan membinasakan. Iya To? sinchan

Ketiga. Meski agak beresiko, aku menjadi yakin kembali, bahwa aku bisa menunjukkan seperti apa aku sebenarnya. Karena, memang sih, ga semua interviewer yang aku hadapi berpendapat seperti Beliau, tapi paling tidak, pendapat atau kadang sikapku yang terlalu ekstreem (bagi orang-orang di sekitarku lho) yang selama ini tidak aku tunjukkan di interview, mungkin bisa aku munculkan. Penyemangatnya adalah ulasan dari Beliau.
“Saya termasuk orang yang ekstreem, entah itu kiri atau kanan, tapi yang ditengah-tengah adalah Banci”
Jika Beliau suatu saat berpindah profesi menjadi seorang motivator, meski aku juga belum pernah ikut kursus motivasinya TDW, pasti banyak yang sepakat (maaf, hanya bercanda)

Dan masih banyak lagi yang lain, dimana intinya, Beliau memberikan koreksi pada jawaban-jawaban dan pendapat-pendapatku sebagai pengalaman yang sangat berharga, sehingga aku tidak akan terjerumus di lubang yang sama jika aku belum mendapat pekerjaan disana dan harus menghadapi interview-interview lainnya.

Juga sebuah pelajaran bagiku, kok ternyata aku masih grogi juga menghadapi interview setelah puluhan kali interview yang aku jalani. Dan aku masih selalu takut untuk memulai menjawab sebuah pertanyaan “Mengapa saya harus menerima Anda menjadi karyawan di perusahaan ini?”
Kawan-kawan punya alternatif solusi ato jawaban (meskipun pasti ga sama jawaban kita nantinya)? Advice donk ???? gatau


Tulisan ga jelas yang laen

Tanggapan Dari Indosat M2
IM2 Sucks
Akhirnya BuyBlogReview Membayar Juga
Seminggu Bersama Sedo
Ide Bisnis Internet Apa Yah, Yang Bagus dan Menguntungkan?

nYang nyasar kesini mencari:

6 Users Commented In " Best Interviewer "

Subscribes to this post Comment RSS or TrackBack URL
Muh. Ulinnuha memberikan nasehat:

wah bisa minta izin contack beliaunya (blog atau email dll)
Kayaknya bisa belajar banayak nih dari beliaunya

agusnaim Reply:

Wah, kalo itu sih aku belum berani, soalnya harus minta ijin dulu sama orangnya bos.
Tapi kalo ada lowongan di perusahaan tadi, coba nglamar aja toss kalo dipanggil, pasti ketemu dia.. soale, pasti dia yang ntar interview

Wiellyam memberikan nasehat:

aku pernah interview 1 kali, tapi nggak diterima. hehe..
aneh ya interviewnya, nggak punya pengalaman interview nih.

bocah memberikan nasehat:

wah kalo saya belum pernah interview kerja pernahnya di interview pas pertama masuk sekolah ditanyain liburan kemana aja toss ngacir

agusnaim memberikan nasehat:

@Wiellyam
ga aneh sih, tapi unik, jadi memang Pak Jay bagi-bagi ilmu sembari interview. So, kalo kita ga diterima disono, minimal dapet tips gimana menghadapi interpiu selanjutnya.
@bocah
gak usah nyari kerja di offline cah, nyairin cekmu aja udah cukup buat beli rumah sinchan

Leave Your Reply Below

 Username

 Email Address

 Website

sorry ngacir sensor nocomment toss tipi tendang sombong sinchan sial senam nyerah ngiler nggaya nangis musik males love konslet kembar gatau damn bye ayuk

Sticky note: Tolong berkomentar (paling tidak) berhubungan dengan tulisan diatas. Tidak ada moderator disini. Jika kawan-kawan ingin nambah Backlink, masukkan saja "anchor text" sebagai pengganti nama. Saya memperoleh masukan, Kawan-kawan mendapatkan backlink. Saling menguntungkan bukan?

Si goBlog

myimgAgusNaim hanyalah anak manusia yang ingin mewarnai kehidupan dari dunia yang dianggap maya ini. Dunia tempat saya mencari tambahan untuk membeli sepiring spaghetti dan sepotong roti. Tidak ada yang spesial dari saya, apalagi dari blog ini. Anda tidak akan menemukan apapun disini. Selain celotehan, omelan dan pengalaman saya sendiri. Semua yang tertulis disini menjadi tanggung jawab saya pribadi. Saya hanya ingin terus belajar yang bisa dipelajari dan selalu berbagi yang bisa dibagi. Kalo gitu, kenapa semua kalimat berakhir dengan huruf i? Karena saya sangat menyukai petuah "Surodiro Djajaningrat, Lebur Dening Pangastuti"