AgusNaim Belajar Membuat Blog

Belajar yang Bisa Dipelajari, Berbagi yang Bisa Dibagi

Browsing This

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua)

Posted in February 3rd, 2009
Published in Kampanye, NeedToKnow

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua). Begitulah judul posting ini, Soalnya lagi bingung mau buat judul posting apaan. Karena sedang mencoba belajar mempraktekkan ilmu SEO yang masih sak-iprit ini ayas akhirnya budhal juga buat nyoba ikutan kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 meski awalnya hanya iseng. Kali ini mari kita mencoba mengulas sejarah Pemilu Indonesia itu sendiri — semoga belum ada yang posting ginian lebih dulu–. Termasuk di dalamnya tentu saja Kampanye Damai Pemilu Indonesia sejak awal sampai tahun 2009 ini.

FYI,  Pemilu Indonesia 2009 ini sudah memasuki babak ke 10 dari sejarah pemilu indonesia yang pertama kali digelar tahun 1955. Pemilu ini diadakan 10 tahun setelah Indonesia merdeka. Sebagian besar tokoh pada jaman itu berpikiran bahwa Pemilu Indonesia yang Damai dan indah adalah salah satu barometer demokrasi. Jangan bertanya “Berarti selama 10 tahun pertama kemerdekaan Indonesia belum ada demokrasi dong?” karena ayas susah untuk menjawabnya.

Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerintah waktu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyelenggarakan pemilu pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan partai-partai politik. Maklumat tersebut menyebutkan, pemilu untuk memilih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Kalau kemudian ternyata pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan tanpa sebab.

Akhirnya setelah sekian lama tertunda Pemilu Indonesia pertama kali tahun 1955 untuk pemilihan Anggota DPR yang tentu saja diikuti dengan Kampanye Damai Pemilu Indonesia itu terlaksana juga dengan diikuti lebih dari 30 Partai akan tetapi hanya 28 partai saja yang mendapatkan kursi di DPR dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) secara berurutan sebagai 5 Fraksi terbesar penguasa DPR kala itu. Urutan yang sama juga terjadi untuk pemilihan anggota Konstituante meskipun Masyumi mengalami penurunan perolehan suara yang mencolok.

Sangat disayangkan, kisah sukses Pemilu 1955 akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan hanya menjadi catatan emas sejarah. Pemilu pertama itu tidak berlanjut dengan pemilu kedua lima tahun berikutnya, meskipun tahun 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah melantik Panitia Pemilihan Indonesia II.

Yang terjadi kemudian adalah berubahnya format politik dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945 yang diperkuat angan-angan Presiden Soekarno menguburkan partai-partai. Dekrit itu kemudian mengakhiri rezim demokrasi dan mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia, yang ? meminjam istilah Prof. Ismail Sunny — sebagai kekuasaan negara bukan lagi mengacu kepada democracy by law, tetapi democracy by decree.

Otoriterianisme pemerintahan Presiden Soekarno makin jelas ketika pada 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.

Pengangkatan keanggotaan MPR dan DPR, dalam arti tanpa pemilihan, memang tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena UUD 1945 tidak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR dan MPR. Tetapi, konsekuensi pengangkatan itu adalah terkooptasinya kedua lembaga itu di bawah presiden. Padahal menurut UUD 1945, MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan DPR neben atau sejajar dengan presiden.

Sampai Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Sidang Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/ 1967) setelah meluasnya krisis politik, ekonomi dan sosial pascakudeta G 30 S/PKI yang gagal semakin luas, rezim yang kemudian dikenal dengan sebutan Demokrasi Terpimpin itu tidak pernah sekalipun menyelenggarakan pemilu. Malah tahun 1963 MPRS yang anggotanya diangkat menetapkan Soekarno, orang yang mengangkatnya, sebagai presiden seumur hidup. Ini adalah satu bentuk kekuasaan otoriter yang mengabaikan kemauan rakyat tersalurkan lewat pemilihan berkala.

Wah, panjang juga yah kalo bahas sejarah pemilu hanya demi mengincar kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 saja. Disambung besok aja yah, di seri kedua Sejarah Pemilu Indonesia yang stagnan tahun 1971-1997


Tulisan ga jelas yang laen

Di Banned Adbrite
Akhirnya BBM Naik
Listing Top Seratus
Cukupkah Rasa Syukurku?
Masih Ragu Dengan PTC-PTR

nYang nyasar kesini mencari:

12 Users Commented In " Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua) "

Subscribes to this post Comment RSS or TrackBack URL
tyo memberikan nasehat:

harapannya semoga kita di tahun ini memilih pemimpin negara yang benar, dan memperjuangkan nasib kita yang semakin terpuruk dampak dari krisis global

=AgusNaim=
Amin..amin…amin… senam

pakdejack memberikan nasehat:

semoga sukses mas ikut kontes SEOnya. kalo saya emg gak bakat ikut kontes gituan.

=AgusNaim=
enggak serius kok PakDheJack, cuman iseng aja kemaren sekalian sharing pengetahuan tentang pemilu sorry soalnya kemampuan SEO cekak banget nih

Oyonk memberikan nasehat:

Selamat berjuang kepada seluruh peserta kontes “ Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 “ semoga pemilu di Indonesia selalu damai selamanya
Berikut ini saya sampaikan akomodasi yang mungkin diperlukan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaa kontes dengan link ini
Salam kenal dan terimakasih
mohon kunjungan dan dukungannya
ttd
oyonk

=AgusNaim=
mana linknya tendang

Lokersiba memberikan nasehat:

terima kasih mas atas informasi sejarahnya. Sudah lama juga nih gak belajar sejarah. Semoga kita menjadi lebih cerdas dalam memilih pemimpin negeri ini. Untuk yang ikutan kontest kampanye damai, selamat berjuang.

=AgusNaim=
sama-sama, ayas juga senang kalo kawan-kawan ikut senang

arikaka.com memberikan nasehat:

waw….
saya aja nulis satu gak keindex2 jadi patah semangad…
tapi harus percaya saya bisa….

=AgusNaim=
Yup, dimana ada kemauan, disitu ada jalan toss kembar

sugeng memberikan nasehat:

go kang jalan terus biar menang

=AgusNaim=
ndak wes bro, ayas mundur ajah, masih terlalu sibuk dengan kerjaan laen ngacir

p3ny0 memberikan nasehat:

wah.. ikutan kontes jg ya mas..??
met berjuang aja n smoga sukses di kontes ini …
salam kenal.. ;)

=AgusNaim=
sekarang sih udah ga ikutan laghe

Kombes.Com Bookmarking memberikan nasehat:

Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : huup://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

Salam hormat
huup://kombes.Com

bowo memberikan nasehat:

bagus tingkatkan

Leave Your Reply Below

 Username

 Email Address

 Website

sorry ngacir sensor nocomment toss tipi tendang sombong sinchan sial senam nyerah ngiler nggaya nangis musik males love konslet kembar gatau damn bye ayuk

Sticky note: Tolong berkomentar (paling tidak) berhubungan dengan tulisan diatas. Tidak ada moderator disini. Jika kawan-kawan ingin nambah Backlink, masukkan saja "anchor text" sebagai pengganti nama. Saya memperoleh masukan, Kawan-kawan mendapatkan backlink. Saling menguntungkan bukan?

Si goBlog

myimgAgusNaim hanyalah anak manusia yang ingin mewarnai kehidupan dari dunia yang dianggap maya ini. Dunia tempat saya mencari tambahan untuk membeli sepiring spaghetti dan sepotong roti. Tidak ada yang spesial dari saya, apalagi dari blog ini. Anda tidak akan menemukan apapun disini. Selain celotehan, omelan dan pengalaman saya sendiri. Semua yang tertulis disini menjadi tanggung jawab saya pribadi. Saya hanya ingin terus belajar yang bisa dipelajari dan selalu berbagi yang bisa dibagi. Kalo gitu, kenapa semua kalimat berakhir dengan huruf i? Karena saya sangat menyukai petuah "Surodiro Djajaningrat, Lebur Dening Pangastuti"