AgusNaim Belajar Membuat Blog

Belajar yang Bisa Dipelajari, Berbagi yang Bisa Dibagi

Browsing This

Pemilu 2009 Bagi Orang Bodoh

Posted in January 14th, 2009
Published in Blogging

Saya biasa dipanggil Agus atau Naim, makanya blog ini berjudul AgusNaim. Saya lahir di keluarga sederhana di selatan Kabupaten Kediri. Ayah saya seorang penjaga kantor urusan agama (KUA) dan almarhum Ibu hanya buruh tani biasa. Alhamdulillah, ketika saya mulai masuk SD, Ayah saya diangkat menjadi seorang PNS. Ketika itu saya tidak kenal siapa-siapa yang duduk di kursi empuk DPR.

Tahun 1994 saya memasuki sebuah SMP, dan karena kebandelan saya yang sudah merokok dari kelas 3 SD, makanya saya tidak diberi uang jajan, saya bekerja sambilan di sebuah Pabrik ES Batu di pagi dan sore hari. Alhamdulillah cukup untuk sekedar beli rokok dan beli tamiya (mobil-mobilan kecil yang sangat nge-trend kala itu gara-gara pilem Yonkuro dengan mini 4WD-nya di TiPi). Tapi saya ketika itu juga tidak tahu siapa yang memenangi pemilu 1992 dan nangkring di senayan sehingga berhasil mendudukkan MbahTo di singgasana endonesia yang kesekian kalinya.

Di awal krisis moneter dimana saya mulai memasuki sekolah yang lebih tinggi tingkatnya, Alhamdulillah saya bisa membiayai sekolah saya dengan berjualan koran dan majalah, sampai saat itu pun saya tetap tidak tahu siapa saja sih DPR-nya?

Di masa kuliah, berbarengan dengan pensiunnya Ayah saya. Maka sayapun sambil kuliah berkerja serabutan asal bisa buat isi perut. Alhamdulillah bisa lulus, meski butuh 13 semester (kebanyakan buat nongkrong dibanding kuliah sih konslet ). Tapi saya rasa tidak berubah atau memang tidak ada perubahan terhadap pengetahuan saya tentang siapa-siapa yang nangkring di DPRD II, DPRD I atau bahkan di DPR.

Sampai saat ini, Alhamdulillah saya diberi kesempatan bekerja pada sebuah Pabrik Rokok. Tapi tetap saja kebodohan saya tidak luntur juga nyerah . Masih saja saya kurang mengenal wakil rakyat yang dipilih dalam pemilu 2004 lalu, kecuali anggota Dewan Terhormat yang merangkap seleb korupsi, seleb lendir atau emang asli seleb dan nyeper jadi DPR.

Padahal, besar sekali kemungkinan bahwa para wakil rakyat dari masa saya kecil sampai sekarang sudah bukan orang yang sama. Tapi tetap saja tidak ada perubahan mencolok ke arah yang lebih baik pada kehidupan kami sekeluarga (saya rasa juga pada kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya).

Terus muncul sebuah pertanyaan. Buat apa pemilu bagi orang bodoh seperti kami sekeluarga? Alhamdulillah kami masih bisa makan meski bensin jumpalitan. Alhamdulillah kami masih berpakaian meski yang diluar sana yang telanjang. Alhamdulillah kami masih bisa bayar kosan sementara ada yang masih gelandangan. Alhamdulillah, kami masih bisa mendapat pekerjaan meski mereka yang berada di Eksekutif dan legislatif seolah tidak perduli pada pengangguran.

Ada lagi satu pertanyaan. Apakah bener? Calon yang berkoar-koar kampanye merayu-rayu rakyat itu nantinya bisa bermanfaat bagi orang bodoh seperti kami sekeluarga?

Menurut pemikiran saya yang bodoh ini, Para CaLeg yang saling berlomba melakukan kampanye, pasang selebaran, pasang poster yang merusak pemandangan, pasti butuh biaya kan? Dari mana ya duit sebanyak itu? Oke lah kalau ada yang menjawab “Lho, mereka yang nya-LEG itu kan wong sugeh (orang kaya), pastilah mereka punya uang”.
Dengan legowo saya menjawab “Iya juga sih, tapi saya ragu kalau mereka tidak ingin uangnya kembali lagi? Padahal gaji anggota dewan kan tidak besar? (Jika dibandingkan dengan ongkos kampanye lho ya)”

Nah, bagi orang yang selalu punya NegatipTingking seperti saya. Pasti curiga “Oh… kan ada ceperan diluar gaji to Gus, asalkan tidak ketahuan KPK, yang penting modal kembali”.

Lho… kok gitu? Entah apalah namanya, sehingga dari pengalaman-pengalaman, asumsi-asumsi dan penilaian-penilaian diatas lah yang menjadikan saya yakin untuk tetap GOLPUT. Alias ora melok-melok pemilu. Kenapa?

Kalo MUI saja bisa mengeluarkan Fatwa ROKOK HARAM, karena banyak Mudharatnya daripada Manfaatnya, saya mau konsultasi dulu sama KyaiSlamet untuk mengeluarkan Fatwa IKUT PEMILU HARAM, karena banyak Mudharatnya daripada Manfaatnya.
Manfaatnya satu. Yang kita dukung jadi Anggota Dewan.
Mudharatnya. Membuka jalan untuk mencuri. Uang rakyat menguap. Rakyat miskin tidak terurus, karena tidak menguntungkan. Pengangguran nambah terus, karena pembuat kebijakan tidak becus. Dan monggo dicari sendiri…(saya yakin masih banyak)
Karena bagi saya, memberi jalan dengan mencoblos atau mencentang seseorang untuk menjadi Anggota Dewan yang terhormat yang akirnya mencuri, sama saja dengan membantu orang untuk mencuri. Itu berarti saya juga pencuri dong? Kecuali kalau mencuri terus bagi-bagi. Mungkin saya masih mau ikutan. Kalau dia yang mencuri saya yang ikutan dosa? Emoh ah…..
Insya Allah, jika nantinya ada yang bisa menunjukkan manfaat ikut pemilu, saya tidak akan Golput lagi. Monggo kalau mau menyadarkan orang bodoh seperti saya sekeluarga ini. Semoga mendapat pahala yang setimpal


Tulisan ga jelas yang laen

Cukupkah Rasa Syukurku?
Pemilu 2009 Bagi Orang Bodoh
Lupakan Sejenak
Ide Bisnis Internet Apa Yah, Yang Bagus dan Menguntungkan?
Promo Clix4Coins

nYang nyasar kesini mencari:

53 Users Commented In " Pemilu 2009 Bagi Orang Bodoh "

Subscribes to this post Comment RSS or TrackBack URL
jimmy memberikan nasehat:

ah mas Agus Naim ini adalah orang bodoh yang sangat pintar.. :D

AgusNaim Reply:

@Jimmy
Halah.. Pinter apanya Om? Pintar mimpi dan pinter menghayal sih iya sinchan
@dr.imcw
Yup, bisa juga berpendapat begitu OmDokter. Namanya juga belajar democrazy ayuk

imcw memberikan nasehat:

Bagi saya lebih baik memilih diantara yang terjelek daripada membiarkan yang paling jelek terus terusan berkuasa.

baladika memberikan nasehat:

saya baru sekali masuk bilik suara, harusnya sih udah 4 kali , bukan nya golput, tapi emang saya gak terdaftar sebagai pemilih, nasiiib :D jadi sekalian aja golput, lagian gak ada yang gue kenal tuh si caleg :))

aCist memberikan nasehat:

si bodoh yang pintar…

salam kenal

peyek memberikan nasehat:

menunggu fatwa kyai slamet

bocah memberikan nasehat:

hahaha bener mas agus :D . Sekarang pemilu makin aneh dan konyol. Apa-apa dipilih rakyat…tapi yang dipilih kita-kita ga pernah tahu gmn orangnya. Gimana jadinya negara ini yah sebentar lagi ??

isdah ahmad memberikan nasehat:

waduh lah emang manusia itu makhluk yang rumit hareee… ada dua sisi seeh dalam hal pemilu perjalanan bangsa sampe bisa pemilu itu menghabiskan brapa banyak darah? *halah* di sisi laen orang sux juga di seputaran pemilu :(

wah lek aku mending meneng ae…

tukyman memberikan nasehat:

aku datang membawa tongkat, tongkat ini bukan sembarang tongkat kalau gak ngasi koment keblogmu bisa gawat

AgusNaim memberikan nasehat:

@baladika
Lumayan juga yah, aku cuman ikut pemilu pas taun 99, tapi bingung maumilih apa, Jadi yo yang penting keliatan ikut, meski abis dibuka langsung ditutup lagi tuh kumpulan gambar.
@aCist
Yah apa mau dikata, bodoh ato pinter kan pemberian Tuhan, harus disyukuri. Alhamdulillah saya ga tau apa2, jadi ga ditangkep polisi dijadiin saksi. gitu kan toss
@Peyek
Ya tuh, KyaiSlamet masih sibuk keliling Jawa tuh.
@Bocah
gitulah dua sisi demokrasi, kita yang ga ngerti apa-apa dijadiin komoditas yang pengen berkuasa. makanya kalo dikasih duit-beras-gula-minyak-kaos terima aja, lumayan buat lap sepeda. sinchan . Toh nyoblos bukan kewajiban, tapi HAK setiap warga negara (seingetku dulu pas diajarinPPKn sih males )
@IsdahAhmad
Yup, mending meneng, anteng neng ngarep komputer,golek duit nggaya

arsan memberikan nasehat:

wah..ini mah story curhat..banyak ks info yg bagus2 nya ya …nubie perlu byk belajar nih..

AgusNaim Reply:

Lha sama-sama newbie mas toss

Danta memberikan nasehat:

Saya salut dengan masa lalu mas..begitu tegar.. semangat!!!

Your-answer-see memberikan nasehat:

hebat mas….justru dunia itu membutuhkan orang-orang seperti mas…yang penuh semangat and tegar…keep sukses

nengbiker memberikan nasehat:

blog yg friendly banget fontnya ^^

*baca2 dulu deeh*

ronys memberikan nasehat:

negeri ini tidak mungkin akan “BERUBAH” kalo orang2 yg ingin adanya perubahan hanya mengharapkan orang lain yg merubahnya …

Ingin perubahan? kok GOLPUT bos?

dyahsuminar memberikan nasehat:

he…he.he….lucu tenan…..mungkin memang rakyat Indonesia banyak yang seperti ditulis mas Agus….
Bunda berpikir bahwa mereka yang Nyaleg belum tentu kaya….dilakoni utang utang je….nah,ini yang bahaya….pasti golek balen..
Saking sibuk golek balen…ra kober mikir rakyat,mikir awake dewe…Tapi…apapun jangan golput ya….biar untuk proses belajar masyarakat…milih siapa…nantinya hasilnya seperti apa…

Gelandangan memberikan nasehat:

GOLPUT mas
males milih Koruptor
kepercayaan terhadap Caleg sudah enggak ada lagi bagi masyarakat kecil

AgusNaim memberikan nasehat:

@Danta
Biasa aja, mungkin lebih banyak orang lain yang lebih mantaph kisah hidupnya kembar btw, makasih semangatnya musik
@Your-Answer-see
he..he.. kalo di dunia ini penuh orang seperti saya, negara ga bisa maju, susah diatur
ngacir ngacir ngacir
@Nengbiker
Biar lebih enak dibaca, makanya fontnya biasa-biasa aja. Makasih mau mampir
@MasRony
Memang gitu sih yang bener, tapi mungkin saat ini saya hanya bisa melakukan perubahan pada diri saya sendiri dan orang2 terdekat saja. Karena GOLPUT atau NYOBLOS tetap aja tidak berubah, daripada nambahin dosa..mending golput aja. Sampai suatu saat ada caleg yang (paling tidak dari media) saya tahu trackrecord-nya baik dan bisa dipercaya.
@BundaDyah
Nah itu yang bikin takut Bunda, Tapi kalo MasRony yang jadi caleg, Insya Allah saya tidak GOLPUT. Terima kasih kunjungan Bunda kesini love
@Gelandangan
Andaikan orang2 yang duduk di legislatif itu bisa membantu nasib gelandangan seperti kita, tentu rakyat akan percaya toss

OeNZT memberikan nasehat:

Dulu sempat berpikiran seperti itu, tapi sekarang dah ga lagi. Dah capek dan bosen dengan keluh kesah, caci maki seperti itu. Selalu curiga ini itu, yang bawaannya orang birokrasi itu slalu salaaaahhh mulu. Sikap pesimis dan apatis justru semakin memperburuk keadaan. Lebih-lebih jika sampai disakralisasi secara komunal. Harapan dan masa depan bangsa yang cerah akan semakin jauh diraih dan kita akan terus terkerek ke masa lalu yang tanpa harapan…

Setuju dengan komen mas@Ronny diatas, jadi inget sebuah aporisma : “Jika ingin suatu perubahan besar, maka mulailah dengan perubahan kecil dalam diri anda sendiri…”

=====
Akan saya coba, untuk memilih Caleg yang bagus, seperti yang lagi TurBa keliling Jawa ituh…

kyai slamet memberikan nasehat:

hidup adalah pilihan.
memilih atau tidak memilih adalah pilihan.
saya tidak suka golput, tapi saya lebih tidak suka fatwa haram golput.
pilihlah yang tidak terlalu jelek dari puluhan caleg yang jelek itu :D
asliiiii ojo golput po’o… :D

===
Pean Po’o dadi Caleg. Aku mesti melok kampanye untuk KyaiSlamet… Caleg DPR dari PBI (Partai Blogger Indonesia) dapil 2 Jawa Timur (Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo)

mel memberikan nasehat:

bagi saya pemilu bukan suatu yang istimewa.
mau siapapun yang jadi anggota legistalif,siapa yg jd presiden…saya tidak terlalu peduli.yang penting saya bisa hidup aman tanpa gangguan..

===
Yup, itulah yang saya rasakan sampai saat ini Om. Ga ngaruh siapapun yang jadi Caleg ato Presiden tendang

bali boy memberikan nasehat:

emang ribet mas….. mendingan liburan ke bali aja yuk!!!!!

===
Pengen sih, belum pernah liat Bali seumur hidup. Tapi ga ada dana nangis

konsultan seo memberikan nasehat:

lha, saiia dari tahun 99 juga dah ga pernah nyoblos, alasanya mirip kek kebanyakan orang, lha wong sing dipilih wae ora kenal kok rek, ngapain ngoyo wkwkwkwkk

===
Tapi masih banyak aja orang yang tidak mengerti dengan keaadaan kita. Sehingga tetap aja mengharamkan GOLPUUt toss

sapimoto memberikan nasehat:

Saya juga termasuk dalam jajaran orang bodoh, Mas. Sejak tahun 1999, saya udah gak ikutan nyoblos…
Golput haram??? Dasarnya apa??? Sebuah fatwa pesanan, yang sama sekali tidak ada dasar yang kuat… :lol:

===
kayaknya lebih banyak yang menolak Fatwa Golput haram yah? karena dasarnya ga jelas sih…
*selain dasar pesanan* ngacir

catalogue design memberikan nasehat:

Iya bingung nih saat ini mo pilih sapa? paling golput aja hehe…

===
sama, saya juga masih bingung…

gadis memberikan nasehat:

wah banyak lika liku kehidupan, uda bnyk asam garam nich

===
iya makanya banyak yang bilang kalo saya sering kecut dan asin… tendang

pandi merdeka memberikan nasehat:

untungnya tahun ini ada 2 temen gw yang jadi caleg :D minimal gw kenal lahh… jadi ikutan milih.. walaupun jadi calegnya masih tingkat bawah, belum sampe ke senayan. tapi bersyukur aja masih ada toh orang bener yang ada di kertas.. walaupunn dah kayak nyari jarum di tumpukan jerami :))

====
GutLak buat temen OmPandi. Semoga setelah kepilih gak lupa sama yang milih

Lutfi memberikan nasehat:

setuju sama yg komen diatas, jgn golput lah mas, pilih aja yg jelek diantara yg paling jelek

===
Biar tambah jelek sekalian, ga nanggung-nanggung yo

Bajak Laut memberikan nasehat:

Kalau pemilu dianggap haram. Lalu gimana nasib bangsa ini. Nggak ada pemilu nggak ada pemimpin. Pemerintahan akan kacau balau, tidak ada yang ngurusin keuangan negara akibatnya krismon, nggak ada yang ngurusin militer nanti diserang negara lain. Negara akan lemah dan akan dikuasai negara lain. Lebih parah yang sudah tidak adil jika ada pemimpin malah nggak ada hukum sama sekali, akhirnya hukum rimba terjadi.

===
Kan pemimpin tidak harus dipilih lewat pemilu ayuk

Masenchipz memberikan nasehat:

jadi kalo dah tau manfaatnya gak golput nih? he..he..

===
Tepatnya, kalo tahu lebih banyak manfaat daripada mudharatnya (ngutip MUI). Kalo manfaat pasti ada, minimal tukang sablon laris ngacir

fajarseraya memberikan nasehat:

saya golput aja bos

===
toss

arema memberikan nasehat:

mari kita pilih pilih mereka yg amanah,, susah jg ya coz kita g kenal mereka2.. apa kudu kenalan satu2 ya :D

===
Setau saya, fungsinya kampanye kan biar kita kenal calon satu-persatu. Bukan melegalkan pengotoran keindahan kota denga poster2 aneh.. Tau deh sekarang gatau

Rystiono memberikan nasehat:

Hahahaha…di sekitar saya nyaleg semua…meski bukan keluarga…jadi repot dibujukin…dibujuk ini, dibujuk itu, dijanjikan ini dijanjikan itu…

Padahal, saya ndak bakal milih mereka semua…

Mana mungkin saya memilih Bandar Togel, Bandar Miras, Tukang Kawin, dan Pedagang gak jujur jadi calon saya di dewan. Mending pas pemilu maen ke Jogja aja…ngapelin seseorang…hahahahaha….

===
Lha yang punya modal ya orang yang begitu itu je…..

Nias Zalukhu memberikan nasehat:

walah mas agus mulai ngerokok dari SD ? hiks kalah gw wkwkwk….
Kalo saya mungkin memandang pemilu dengan sedikit berbeda…. Saya sih ngerasa perlu banget ikut nyoblos, apalagi sudah bukan rahasia umum lagi jika ada “oknum” KPU yang “bermain”. Nah jika memang ingin Golput, saya ga menyarankan untuk diem ajah di rumah dan ga ke TPS karena itu justru lebih bahaya, jika kartu suara kita “disalahgunakan” ntar… toh ntar malah jadi beban moral kita.. gara2 ga nyoblos kartu suara, malah kartu suara kita “dimanfaatkan”.. saya justru lebih menyarankan bagi teman-teman yang GOLPUT agar tetap pergi ke TPS pada saat pemilu, gunakanlah kartu suara terserah mo nyoblos bener-bener atau nyoblos semuanya toh suara kita tetap dibatalkan jadi sama aja golput cuma dengan resiko “menghasilkan kecurangan” yang lebih kecil heheheh
walah ko komentku panjang amat…
kabur dulu ah sebelum yang punya blog marah wkwkwk

===
Iya nih BangZal, Masku emang suka ngajarin yang ga baek, termasuk dijarin ngrokok itu. Eh, dulu ada temen yang gambar salah satu OPP pada pemilu 2004 disobek dan dibawa pulang buat kenang2an. aku dateng ke TPS pas penghitungan suara aja. Jadi ketawa pas ketua KPPS bilang “ni orang iseng banget gambarnya disobek konslet

ceppy memberikan nasehat:

Saya sih bukannya skeptis dengan calon pemimpin sekarang karena semuanya belum ada yang pas dihati gitu dan maklum aja kalo saya kurang berminat ikut pemilu

Andy MSE memberikan nasehat:

Ada cara jitu mengatasi kebodohan sampean terhadap Pemilu 2009… sampean NYALON aja jadi anggota Legislatip… hehehe… becanda mas!
*Salam kompak, salut akan masa lalu anda yang penuh perjuangan, sekarang pastinya sudah menjadi kenangan manis*

=AgusNaim=
semoga.. belum manis banget, tapi Alhamdulillah, pahitnya sudah berkurang

grubik memberikan nasehat:

Golput yg baik adl yg bener2 paham dg alternatif2 pilihan yg ada, bukan karena mutung..
Piss!

=AgusNaim=
Yups, tetep jadi pengamat politik kacangan kok, sambil lirik kiri-kanan kalo ada caleg yang Joss

Wahya memberikan nasehat:

Saya rasa ini adalah sebuah perjalanan demokrasi yang baik bagi negara kita. GOLPUT kenapa tidak, asal ada latar belakang kuat yang mendasari semua itu. Artinya Golput juga merupakan bagian dari sebuah demokrasi kan?

Kalau grubik bilang Golput yang baik harus bener2 paham dg alternatif2, gimana caranya harus paham, wong partainya sak Ton, dan sistemnya belum karuan arah (saya ngga ngajak buat golput lo).

Jadi biarlah semua berjalan apa adanya, nanti juga bakalan nemu jalannya sendiri. Masyarakat Indonesia kan baru – baru aja belajar demokrasi setelah 35 tahun bolot. :D

=AgusNaim=
Yup, sepakat sama MasWahya. tapi sebenernya dengan banyaknya partai (pemilu tahun 1955, kita punya lebih dari 100 partai lho) demokrasi juga berjalan baik kok. Sampai terjadi kecelakaan dahsyat menimpa kendaraan pemerintahan kita sih…

tukyman memberikan nasehat:

kita harus hidup apa adanya kawan
dan ikuti kata hati, sama halnya aku comment ke blogmu ini :)

=AgusNaim=
Yups, kata hati juga yang membimbing saya golput

desi manis memberikan nasehat:

bener mas… jaman sekarang mah tidak ada wakil rakyat yang memperhatikan rakyat.. mereka butuh kita hanya pas kampanye… setelah itu kita dilupakan…apesss, mending golput….

=AgusNaim=
Makasih MbakDesi telah berkunjung..
Satu lagi blogger memilih golput. he..he…

Narmadi memberikan nasehat:

Wuihk…weleh salut tenan pada alinea terakhir…moga MUI mbaca.
byaway saya udah tua gini juga belum pernah nyoblos ..he..h.e..he [mungkin saya bukan warga yang baik]

=AgusNaim=
emang om, kayaknya kita emang buka warga negara yang baik

Narmadi memberikan nasehat:

ehhh ketinggalan linknya udah saya pasang mas sesuai komentare panjenengan

Dewi memberikan nasehat:

Saya mah tetep GOLPUT kecuali nanti ada serangan fajar, rp 20 ribu lumayan lah….

=AgusNaim=
lhoh,kalo namanya rezeki tidak boleh ditolak. masalah nyoblos belakangan ayuk

advintro memberikan nasehat:

pengennya si nyoblos presiden yang terakhir ini, tapi kok, belum ada tanda-tanda mo nyalon lagi y? presiden dari kalangan tentara, minimal ada sisi tegasnye…bukanne promo, cz aku termasuk pecinta GOLPUT, kayak mb Dewi itu lo
salam kenal

=AgusNaim=
lha udah kampanye dimana-mana gitu, ya jelas nyalon lagi lah, lha wong enak jadi presiden.
Sampai matipun ayas tidak setuju kalo presiden dari tentara, karena tentara diajarin untuk membela negara, bukan mengatur negara. Jadi kalo kebetulan ada tentara yang pinter dan bisa mengatur negara, otomatis dia telah menyalahi sumpahnya sendiri untuk melindungi negara tendang
kalo masVintro tinggal di daerah seperti ayas, trus merasakan kunjungan dari presiden yang mantan tentara ituh, pasti ngerasain sebelnya. karena 3 jam sebelum presiden datang, smua jalan harus berhenti dan tidak boleh ada kendaraan bermotor dinyalakan. menurut hemat ayas, itu bukan contoh pemimpin.. tapi feodalisme yang disakralkan tendang

p3durungan memberikan nasehat:

Hidup yonkuro ayo main tamiya… lohhhh… —kabur—

=AgusNaim=
Yuk… masih ada tamiyaku dulu dirumah, tapi mesine udah ilang sinchan

firman memberikan nasehat:

ehm,,melihat tokoh2 yang akan berlaga di 2009…
kayanya memang lebih baik golput aja deh hehehe…

=AgusNaim=
toss

ipung memberikan nasehat:

Ada baiknya bila kita masih bisa mencari mana yang terbaik, kita ikut memilih… soalnya kalo kita yang bisa “melihat” tidak memilih, maka Pemilu nantinya hanya diikuti oleh orang-orang yang berhasil “dikibulin” partai doang dong :)

=AgusNaim=
kalo dipikir emang gitu sih, makanya saya mencoba untuk menyadarkan (minimal keluarga terdekat) tentang manfaat dan mudharatnya ikut pemilu. ayuk mari kita kabarkan kepada keluarga kita semua sinchan

yudi memberikan nasehat:

saya sependapat ni, contohnya gambar2 caleg yang bertebaran bagai iklan sabun. dari puluhan gambar paling yang saya kenal cuma 1-2, itupun temen. programnya apa pun juga ga ngerti. akhirnya mungkin saya memilih hanya karena temen aja. cape dehhh

=AgusNaim=
iya tuh, merusak pemandangan ajah.. tapi kok orang dinas tatakota diemaja sih nangis

Presiden RI memberikan nasehat:

golput haram loh hukumnya , kalo gitu pilih saya aja … lam kenal yah bro

=AgusNaim=
bisa aja mister president inih

beruntung klo gitu, gw juga mau golput xixixii ngacir

=AgusNaim=
golput kan juga bagian dari demokrasi

Leave Your Reply Below

 Username

 Email Address

 Website

sorry ngacir sensor nocomment toss tipi tendang sombong sinchan sial senam nyerah ngiler nggaya nangis musik males love konslet kembar gatau damn bye ayuk

Sticky note: Tolong berkomentar (paling tidak) berhubungan dengan tulisan diatas. Tidak ada moderator disini. Jika kawan-kawan ingin nambah Backlink, masukkan saja "anchor text" sebagai pengganti nama. Saya memperoleh masukan, Kawan-kawan mendapatkan backlink. Saling menguntungkan bukan?

Si goBlog

myimgAgusNaim hanyalah anak manusia yang ingin mewarnai kehidupan dari dunia yang dianggap maya ini. Dunia tempat saya mencari tambahan untuk membeli sepiring spaghetti dan sepotong roti. Tidak ada yang spesial dari saya, apalagi dari blog ini. Anda tidak akan menemukan apapun disini. Selain celotehan, omelan dan pengalaman saya sendiri. Semua yang tertulis disini menjadi tanggung jawab saya pribadi. Saya hanya ingin terus belajar yang bisa dipelajari dan selalu berbagi yang bisa dibagi. Kalo gitu, kenapa semua kalimat berakhir dengan huruf i? Karena saya sangat menyukai petuah "Surodiro Djajaningrat, Lebur Dening Pangastuti"