Browsing This
Sebelum Cahaya
Kuteringat Hati,
Yang bertabur mimpi,
Kemana kau pergi… Cinta….
Perjalanan sunyi,
Yang kau tempuh sendiri,
Kuatkanlah hati… Cinta…..
Ingatkah engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu
Sebelum Cahaya….
Ingatkah engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang ‘kan membelaimu… Cinta….
dan Kuatkan hati,
dan Berpegang janji,
Genggamlah tangan-Ku… Cinta….
Ku tak akan pergi,
Meninggalkan ‘mu sendiri,
Temani hatimu… Cinta….
Aku ga tau persis kenapa pengen posting tentang lagu ini, yang jelas terlintas dalam pikiranku “Noey Letto itu dikasih makan apa ya sama CakNun dulu? kok bisa buat syair seindah itu?”
Setelah hampir 2 bulan ga melakukan perjalanan ke Surabaya, dalam bulan Januari ini aku udah 5 kali bolak-balik ke kotane CosaAranda itu, dan rata-rata dalam setiap perjalanan Pulang-Pergi Malang-Surabaya sekitar 5-6 kali pengamen bis maupun biskota menyanyikan lagu itu.
Jadi, meski belum juga ada kerjaan yang cocok, tapi lumayan menghibur juga denger lagu itu, meski dinyanyikan dengan suara cempreng. Tapi syairnya betul-betul mengingatkan aku “seberapa besarkah aku menyayangi Cinta-ku? seberapa kuatkah aku memegang janji yang pernah terucap buat Cinta-ku?”
Jujur sebagai seorang laki-laki, kadang masih juga lirak-lirik yang duduk dikursi sebelah, depan atau belakang, “sapa tau ada yang bening?” Iya kan?. Tapi yakinlah, aku orang yang setia kok
Aku bukan seorang kritikus lagu, juga bukan ahli mereview sebuah puisi, karena aku seorang yang jauh dari dunia romantis, tapi coba aku renungi dan kubalikkan syair diatas. Jika “Cinta” dalam syair itu adalah “aku” dan jika “Aku” adalah “Pemilik-ku”.
“setinggi apapun aku bermimpi, seberapa jauh-pun aku berjalan, meskipun kadang aku merasa sunyi dan sendiri, tapi aku harus kuat, karena aku selalu ingat akan ada Yang Menemaniku, ada yang selalu Membelaiku, jadi aku akan selalu berjalan, teguh memegang Janji-Nya, erat menggenggam Tangan-Nya, karena Dia takkan Meninggalkanku sendiri, Dia akan selalu Menemani hatiku kemanapun aku pergi”
Meski di-banned AdSense, di-Suspend Parked, CTR menurun, PTC jadi Scam, asal aku memegang Janji-Nya bahwa siapa yang menebar benih, dia juga akan menuai. Aku percaya jika kita selalu mencari, maka apa yang kita cari itu akan kita dapatkan, masalah kapan datang, semua tergantung pada seberapa kuat usaha kita mencari.
Ketika aku bermimpi bisa menjadi seorang NetPreneur yang sukses, aku juga harus sadar bahwa mereka juga dulu seperti aku. “Tidak ada yang sukses secara tiba-tiba, semua harus melalui perjuangan yang kadang berat dan menyakitkan”.
Tulisan ga jelas yang laen
Ganti Wajah
Yah akhirnya jadi juga blog jelek ini!
Sejarah Pemilu Damai Indonesia episode 3
Update Tuzki Smileys
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua)
nYang nyasar kesini mencari:
3 Users Commented In " Sebelum Cahaya "
iya mas semua butuh perjuangan untuk sampai ke kesuksesan… btw ngapain bolak-balik ke surabaya?
he hehehehe ternyata disini to tempatya om agus ……………..

sekarang lagi siibuk apaan nih om
AgusNaim hanyalah anak manusia yang ingin mewarnai kehidupan dari dunia yang dianggap maya ini. Dunia tempat saya mencari tambahan untuk membeli sepiring spaghetti dan sepotong roti. Tidak ada yang spesial dari saya, apalagi dari blog ini. Anda tidak akan menemukan apapun disini. Selain celotehan, omelan dan pengalaman saya sendiri. Semua yang tertulis disini menjadi tanggung jawab saya pribadi. Saya hanya ingin terus belajar yang bisa dipelajari dan selalu berbagi yang bisa dibagi. Kalo gitu, kenapa semua kalimat berakhir dengan huruf i? Karena saya sangat menyukai petuah "Surodiro Djajaningrat, Lebur Dening Pangastuti"






agusnaim Reply:
January 12th, 2008 at 22:59
Interpiu kerja Om