<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AgusNaim Belajar Membuat Blog &#187; rumah impian</title>
	<atom:link href="http://www.agusnaim.web.id/tag/rumah-impian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agusnaim.web.id</link>
	<description>Belajar yang Bisa Dipelajari, Berbagi yang Bisa Dibagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 16:17:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Begitu Sulitkah Mewujudkan Rumah Impian?</title>
		<link>http://www.agusnaim.web.id/begitu-sulitkah-mewujudkan-rumah-impian/</link>
		<comments>http://www.agusnaim.web.id/begitu-sulitkah-mewujudkan-rumah-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 21:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AgusNaim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[blogging contest]]></category>
		<category><![CDATA[kontes blog]]></category>
		<category><![CDATA[membeli rumah]]></category>
		<category><![CDATA[rumah impian]]></category>
		<category><![CDATA[rumahku impianku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agusnaim.web.id/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin iya dan mungkin juga tidak! Tapi bagi ayas, memiliki rumah yang sesuai dengan impian sangat sulit terwujudkan. Seperti yang kawan-kawan tahu, semakin tahun rumah dan tanah bukannya semakin murah&#8230; Ditambah gaji pas-pasan buruh pabrik serta penghasilan dari belajar membuat blog yang naik turun ga jelas&#8230;.    makin jauhlah Rumahku Impianku dari genggaman.
Coba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin iya dan mungkin juga tidak! Tapi bagi <em>ayas</em>, memiliki rumah yang sesuai dengan impian sangat sulit terwujudkan. Seperti yang kawan-kawan tahu, semakin tahun rumah dan tanah bukannya semakin murah&#8230; Ditambah gaji pas-pasan buruh pabrik serta penghasilan dari belajar membuat blog yang naik turun ga jelas&#8230;.  <img src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/nangis.gif" alt="nangis" class="wp-smiley" />  makin jauhlah <strong>Rumahku Impianku</strong> dari genggaman.<span id="more-173"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 224px"><a href="http://www.agusnaim.web.id/begitu-sulitkah-mewujudkan-rumah-impian"><img class="    " title="Rumah Modern Minimalist" src="http://www.propertykita.com/fhadmin/module/properti-listing/gallery/propertigallery_rumah_20090501165958000000.jpg" alt="" width="214" height="161" /></a><p class="wp-caption-text">Dicomot dari PropertyKita.com</p></div>
<p>Coba liat gambar disebelah! Kayaknya enak sekali yah punya rumah kayak gitu?! Apalagi jika dibeli dan dibangun sendiri dari keringat kita sendiri. Alangkah bangga-nya orang tua ayas jika melihat anaknya yang paling bengal ini bisa membangun rumahku sendiri dari keirngat sendiri tanpa subsidi dari orang tua.  <img src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/damn.gif" alt="damn" class="wp-smiley" /> </p>
<p>Tapi apa mau dikata? Guru <em>ayas</em> yang sangat bijaksana pernah bilang &#8220;Bercita-citalah setinggi langit, bermimpilah sejauh bintang tapi jangan lupa untuk selalu menginjak tanah&#8221;. Petuah itu sampai sekarang masih <em>ayas </em>tafsirkan sebagai peringatan bahwa <em>ayas</em> harus tetap melihat kenyataan yang ada pada diri <em>ayas</em> sendiri meskipun <em>ayas</em> punya keinginan setinggi Langit atawa sebagian orang bilang &#8220;Jangan terlalu muluk punya impian, ntar kalo jatuh tambah sakit rasanya&#8221;.</p>
<p>Eh, kalo bercerita soal impianku, dari kecil dulu ingin sekali rumahku nanti  berada pas di pojokan dengan halaman yang luas baik di depan maupun di belakang rumah. Seiring dengan berkurangnya jatah hidup, ketika mulai berpacaran dulu (dan sampe sekarang masih itu-itu aja pacar <em>ayas</em>) kami berdua punya impian yang mirip. Yaitu ingin punya rumah yang kurang lebih dengan tanah seluas 500m<sup>2</sup> tapi cukup dengan luas bangunan 120m<sup>2</sup> saja. Selebihnya di belakang rumah bisa ditanami sayur-sayuran (harus maklum ayas ini <em>wong ndeso</em>) plus lapangan basket 3 0n 3 *ngarep mode on* dan tentu saja sebuah kolam ikan koi yang diatasnya ditaruh Gazebo buat ngenet sepuasnya tanpa harus mengganggu anak-anak di dalam rumah. Tidak lupa pula di halaman depan rumah ada sedikit tempat untuk menanam bunga dan satu hal yang penting yaitu tanpa pagar depan dari besi maupun beton. Cukup pagar tanaman seperti bambu taman atau <em>penitian</em> (ga tau yang ini bahasa Indonesia atau bukan, pokoknya daunnya kecil-kecil ada yang berwarna kuning atau hijau dan berbuah bulat2 kecil kelereng mini) dengan gapura dari Bougenville berwarna-warni.</p>
<p>Wuih, alangkah senangnya memiliki rumah sendiri seperti impian ituh. Tapi kembali ke petuah bijak diatas bahwa tetap <em>ayas</em> harus berpijak pada bumi yang menjadi tempat <em>ayas</em> berdiri. Andaikan impian itu ingin dikejar, dengan harga tanah di Malang 1 Juta per meter persegi berarti butuh dana 500 juta hanya untuk membeli tanah saja!!!</p>
<p>Akhirnya, kami memutuskan untuk membeli (tepatnya meng-kredit) sebuah rumah mungil di kawasan Singosari tepatnya di Mondoroko. Dengan lokasi yang lumayan strategis yaitu dekat dengan jalan propinsi yang menghubungkan Malang-Surabaya dengan harga yang sangat terjangkau meskipun harus nunggu gajian Adsense buat nambah uang muka  <img src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/nggaya.gif" alt="nggaya" class="wp-smiley" /> </p>
<p>Rumah yang (akan) kami beli cukup mungil dengan type 36/64 yang berarti luas bangunan 36m<sup>2</sup> dan luas tanah 64m<sup>2</sup>. Tapi sangat cukuplah bagi (kemampuan) kami rumah semungil itu. Yang penting bisa berteduh dari hujan dan panas. Bisa membesarkan anak-anak kami nanti jika memang Tuhan mengijinkan kami untuk berjodoh. Do&#8217;akan kami yah&#8230;</p>
<p>Oh yah, posting ini sekaligus untuk persyaratan <strong>Rumahku Impianku</strong> <a target="_blank" title="PropertyKita.com Blogging Competition ‘09" href="http://blog.propertykita.com/competition" target="_blank">PropertyKita.com Blogging Competition ‘09</a>. Tolong kasih komentarnya yah, terutama yang berhubungan dengan impian kawan-kawan tentang mempunyai rumah atau merenovasi rumah atau apalah yang penting berhubungan rumah impian kawan-kawan semua. Dan satu lagi yang paling penting, doakan juga saya dapet hadiahnya kan lumayan buat ngisi perabot rumah nantinya.  <img src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/ayuk.gif" alt="ayuk" class="wp-smiley" /> </p>
<p style="text-align: center;"><a target="_blank" href="http://blog.propertykita.com"><img class="aligncenter" src="http://propertykita.com/badge/badge2.jpg" alt="PropertyKita.com Blogging Competition 09" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agusnaim.web.id/begitu-sulitkah-mewujudkan-rumah-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>126</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)

Served from: www.agusnaim.web.id @ 2010-09-07 13:43:09 -->