<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AgusNaim Belajar Membuat Blog &#187; sejarah pemilu indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.agusnaim.web.id/tag/sejarah-pemilu-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agusnaim.web.id</link>
	<description>Belajar yang Bisa Dipelajari, Berbagi yang Bisa Dibagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 16:17:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua)</title>
		<link>http://www.agusnaim.web.id/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-tulisan-ke-dua/</link>
		<comments>http://www.agusnaim.web.id/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-tulisan-ke-dua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 10:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AgusNaim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[NeedToKnow]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye damai]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah domokrasi di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah pemilu indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agusnaim.web.id/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua). Begitulah judul posting ini, Soalnya lagi bingung mau buat judul posting apaan. Karena sedang mencoba belajar mempraktekkan ilmu SEO yang masih sak-iprit ini ayas akhirnya budhal juga buat nyoba ikutan kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 meski awalnya hanya iseng. Kali ini mari kita mencoba mengulas sejarah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="text-decoration: underline;">Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 (tulisan ke dua</span></em>). Begitulah judul posting ini, Soalnya lagi bingung mau buat judul posting apaan. Karena sedang mencoba belajar mempraktekkan ilmu SEO yang masih<em> sak-iprit</em> ini <em>ayas</em> akhirnya budhal juga buat nyoba ikutan kontes <a title="Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" href="http://www.agusnaim.web.id/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009/" target="_blank"><span style="color: #000000;">Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009</span> </a>meski awalnya hanya iseng. Kali ini mari kita mencoba mengulas <strong><span style="color: #333399;">sejarah Pemilu Indonesia</span></strong> itu sendiri &#8212; semoga belum ada yang posting ginian lebih dulu&#8211;. Termasuk di dalamnya tentu saja <span style="color: #ff0000;"><strong>Kampanye Damai Pemilu Indonesia</strong></span> sejak awal sampai tahun <strong><span style="color: #ff0000;">2009 </span></strong>ini.</p>
<p><em>FYI</em>,  Pemilu Indonesia 2009 ini sudah memasuki babak ke 10 dari sejarah <span style="color: #993366;">pemilu indonesia</span> yang pertama kali digelar tahun 1955. <span style="color: #993366;">Pemilu </span>ini diadakan 10 tahun setelah <span style="color: #993366;">Indonesia </span>merdeka. Sebagian besar tokoh pada jaman itu berpikiran bahwa <span style="color: #333399;">Pemilu Indonesia</span> yang <span style="color: #333399;">Damai </span>dan indah adalah salah satu barometer demokrasi. Jangan bertanya &#8220;Berarti selama 10 tahun pertama kemerdekaan <span style="color: #333399;">Indonesia </span>belum ada demokrasi dong?&#8221; karena <em>ayas</em> susah untuk menjawabnya.</p>
<p>Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerintah waktu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyelenggarakan <strong>pemilu </strong>pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan partai-partai politik. Maklumat tersebut menyebutkan, pemilu untuk memilih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Kalau kemudian ternyata <span id="more-116"></span>pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan tanpa sebab.</p>
<p>Akhirnya setelah sekian lama tertunda<strong> Pemilu Indonesia</strong> pertama kali tahun 1955 untuk pemilihan Anggota DPR yang tentu saja diikuti dengan <strong>Kampanye Damai Pemilu Indonesia</strong> itu terlaksana juga dengan diikuti lebih dari 30 Partai akan tetapi hanya 28 partai saja yang mendapatkan kursi di DPR dengan <strong>Partai Nasional Indonesia (PNI)</strong>, <strong>Masyumi</strong>, <strong>Nahdlatul Ulama (NU</strong>), <strong>Partai Komunis Indonesia (PKI)</strong> dan <strong>Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)</strong> secara berurutan sebagai 5 Fraksi terbesar penguasa DPR kala itu. Urutan yang sama juga terjadi untuk pemilihan anggota Konstituante meskipun Masyumi mengalami penurunan perolehan suara yang mencolok.</p>
<p>Sangat disayangkan, kisah sukses Pemilu 1955 akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan hanya menjadi catatan emas sejarah. <strong>Pemilu </strong>pertama itu tidak berlanjut dengan <strong>pemilu </strong>kedua lima tahun berikutnya, meskipun tahun 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah melantik Panitia <strong>Pemilihan Indonesia</strong> II.</p>
<p>Yang terjadi kemudian adalah berubahnya format politik dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945 yang diperkuat angan-angan Presiden Soekarno menguburkan partai-partai. Dekrit itu kemudian mengakhiri rezim demokrasi dan mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia, yang ? meminjam istilah Prof. Ismail Sunny &#8212; sebagai kekuasaan negara bukan lagi mengacu kepada democracy by law, tetapi democracy by decree.</p>
<p>Otoriterianisme pemerintahan Presiden Soekarno makin jelas ketika pada 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.</p>
<p>Pengangkatan keanggotaan MPR dan DPR, dalam arti tanpa pemilihan, memang tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena UUD 1945 tidak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR dan MPR. Tetapi, konsekuensi pengangkatan itu adalah terkooptasinya kedua lembaga itu di bawah presiden. Padahal menurut UUD 1945, MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan DPR neben atau sejajar dengan presiden.</p>
<p>Sampai Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Sidang Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/ 1967) setelah meluasnya krisis politik, ekonomi dan sosial pascakudeta G 30 S/PKI yang gagal semakin luas, rezim yang kemudian dikenal dengan sebutan Demokrasi Terpimpin itu tidak pernah sekalipun menyelenggarakan <strong>pemilu</strong>. Malah tahun 1963 MPRS yang anggotanya diangkat menetapkan Soekarno, orang yang mengangkatnya, sebagai presiden seumur hidup. Ini adalah satu bentuk kekuasaan otoriter yang mengabaikan kemauan rakyat tersalurkan lewat pemilihan berkala.</p>
<p>Wah, panjang juga yah kalo bahas sejarah pemilu hanya demi mengincar kontes <strong>Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 </strong>saja. Disambung besok aja yah, di seri kedua <strong>Sejarah Pemilu Indonesia </strong>yang stagnan tahun 1971-1997</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agusnaim.web.id/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-tulisan-ke-dua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)

Served from: www.agusnaim.web.id @ 2010-09-07 13:25:22 -->